Evaluasi Studi

PENGERTIAN DAN TUJUAN
1. Pengertian Evaluasi
Evaluasi hasil belajar mahasiswa adalah proses pemberian penilaian terhadap kemampuan kecakapan mahasiswa dalam rangka menerima, memahami, dan menguasai bahan studi, yang disajikan sesuai dengan kurikulum yang telah ditetapkan, dan menilai perubahan sikap dan keterampilannya.
Evaluasi keberhasilan belajar mahasiswa dilakukan guna mendapatkan informasi tentang sejumlah mahasiswa yang telah menyelesaikan suatu jenjang program studi masing-masing, melalui penyelenggaraan ujian, pemberian tugas, penelitian, pengabdian pada masyarakat, atau penulisan laporan/karya ilmiah.

2. Tujuan Evaluasi
Tujuan evaluasi belajar mahasiswa adalah sebagai berikut.
a. Untuk mengetahui pencapaian hasil belajar mahasiswa meliputi ranah kognitif, afektif, dan psikomotor, dalam kurun waktu studi tertentu;

  1. Untuk mengetahui efektivitas proses pembelajaran;
  2. Untuk menetapkan derajat hasil belajar dalam kategori cumlaude, sangat baik, baik, cukup, kurang, sangat kurang, dan gagal.

B. PELAKSANAAN EVALUASI
Pelaksanaan evaluasi keberhasilan belajar mahasiswa program S-1 dilaksanakan dalam bentuk test (baik tulis, lisan, maupun perbuatan), dan nontest (angket, portofolio, paper, kontrak studi, skala likert), atau gabungan dari beberapa bentuk. Pelaksanaan ujian meliputi berikut ini.

1. Evaluasi Matakuliah

  1. a. Ujian Tengah Semester. Ujian tengah semester (UTS) dilaksanakan oleh dosen matakuliah atau STAIN, setelah dosen menyajikan minimal 50% bahan matakuliah. Bobot nilai UTS ini maksimal 20% dari nilai matakuliah dalam satu semester.
  2. b. Ujian Akhir Semester. Ujian Akhir Semester (UAS) dilaksanakan oleh Panitia yang dibentuk oleh Ketua STAIN, setelah dosen menyajikan matakuliah minimal 14 kali tatap-muka dalam satu semester. Bobot nilai UAS ini maksimal 40% dari nilai matakuliah satu semester.
  3. c. Resitasi dan Karya Ilmiah. Pelaksanaan resitasi diserahkan kepada dosen matakuliah yang bersangkutan sekaligus penilaiannya, sebagai kegiatan terstruktur, atau mandiri. Bobot nilai resitasi maksimal 40% dari nilai matakuliah satu semester.

Bagi mahasiswa yang tidak dapat mengikuti UTS, UAS, resitasi, dan karya ilmiah karena sakit yang dibuktikan dengan surat keterangan dokter/tenaga medis dan hal-hal lain seperti bencana, kecelakaan lalulintas, dan musibah yang dibuktikan dengan surat keterangan pihak berwenang, dan karena tugas resmi dari STAIN Purwokerto yang dibuktikan surat tugas/keterangan dari pimpinan STAIN Purwokerto, maka dapat mengikuti ujian susulan.
Pengajuan ujian susulan UTS dan UAS diajukan kepad

a panitia ujian maksimal tujuh hari setelah hari pelaksanaan ujian. Dosen dapat melaksanakan ujian susulan UTS dan UAS maksimal tujuh hari setelah tanggal pengajuan. Sementara itu, pengajuan susulan resitasi dan karya ilmiah diajukan kepada dosen yang bersangkutan.

2. Ujian Kompetensi Dasar Baca Tulis al-Qur’an (BTA) dan Pengetahuan Pengamalan Ibadah (PPI)
Ujian BTA dan PPI ini bertujuan untuk mengukur kemampuan minimal dalam BTA dan PPI. Komponen/Materi ujian BTA meliputi: tartil al-Qur’an dan tajwid, tahfidz (hafalan juz 30), kitabah/imla’ (menulis arab). Adapun materi pengetahuan (simulasi) pengamalan ibadah (PPI) meliputi: thaharah, shalat, puasa, zakat, dan haji. Ujian Kompetensi Dasar BTA & PPI dilaksanakan pada awal masuk sebagai mahasiswa STAIN Purwokerto. Bagi yang belum lulus, diwajibkan mengikuti program matrikulasi dengan ketentuan sebagaimana disebut pada subbagian matrikulasi BTA & PPI. Kelulusan ujian ini menjadi syarat untuk pengambilan mata kuliah tertentu, mengikuti KKN, PPL, ujian komprehensif, dan Ujian Skripsi/Tugas Akhir.

3. Ujian Kemampuan Bahasa Asing
Ujian ini bertujuan untuk mengukur kemampuan mahasiswa dalam penguasaan reseptif dan produktif bahasa Arab dan Inggris. Kelulusan ujian ini menjadi syarat untuk mengikuti ujian komprehensif dan Ujian Skripsi/Tugas Akhir.

4. Ujian Komprehensif
Ujian komprehensif untuk mengukur kemampuan mahasiswa Strata Satu (S-1) secara menyeluruh dan terpadu sesuai dengan keilmuan progam studi. Kelulusan ujian komprehensif menjadi syarat untuk mengikuti ujian munaqasyah (lihat lampiran 3).

5.Ujian Munaqasyah
Ujian munaqasyah/skripsi bertujuan untuk mengukur kemampuan mahasiswa dalam penguasaan aspek metodologi dan isi dari karya ilmiah yang disusun, sekaligus untuk mengakhiri studi pada jenjang Strata Satu (S-1).

6. Ujian Tugas Akhir
Ujian Tugas Akhir (TA) bertujuan untuk mengukur kemampuan mahasiswa dalam penguasaan aspek metodologi dan isi dari karya ilmiah yang disusun, sekaligus untuk mengakhiri studi pada Diploma Tiga (D3).

C. JENIS EVALUASI
1. Evaluasi Belajar Akhir Semester
Evaluasi belajar akhir semester merupakan penilaian terhadap keberhasilan mahasiswa yang dilakukan pada akhir semester, yang meliputi seluruh matakuliah yang diprogram mahasiswa pada semester tersebut. Keberhasilan belajar tersebut dinyatakan dengan Indeks Prestasi Semester (IPS). Setiap kegiatan mahasiswa pada setiap akhir semester dievaluasi, di samping untuk mengetahui IPS yang bersangkutan, dan untuk menentukan kapasitas program studi pada semester berikutnya; juga untuk menetapkan sanksi akademis apabila IPS yang bersangkutan kurang atau gagal. IPS merupakan satuan nilai yang didapatkan dari total perkalian nilai satuan kredit matakuliah dengan rata-rata nilai matakuliah yang diperoleh dalam satu semester dibagi dengan total satuan kredit matakuliah dalam satu semester.

2. Evaluasi Belajar Akhir Studi
Evaluasi belajar akhir studi S-1 adalah penilaian terhadap keberhasilan mahasiswa yang dilakukan setelah seluruh program studi mahasiswa berakhir. Keberhasilan belajar dinyatakan dengan Indeks Prestasi Komulatif (IPK).
IPK merupakan nilai rata-rata yang didapat dari total hasil perkalian satuan kredit matakuliah (komulatif) yang diperoleh, dibagi dengan total satuan kredit matakuliah (komulatif). Akhir belajar Program Studi S-1 dapat dilaksanakan dengan ketentuan apabila:

  1. a. Telah menyelesaikan beban studi 155 SKS bagi program S-1.
  2. b. IPK akhir studi program S-1 sedikitnya harus memperoleh nilai 2.00 (cukup).
  3. c. Nilai setiap matakuliah pada akhir studi sedikitnya memperoleh nilai 2.00 (cukup), apabila ada matakuliah tertentu yang memperoleh nilai di bawah 2.00 (kurang), maka harus diperbaiki terlebih dahulu.
  4. e. Nilai IPS dan IPK harus ditulis apa adanya (tidak dibulatkan) dan berbeda dengan nilai matakuliah.
  5. Hasil evaluasi belajar pada akhir semester atau pada akhir studi mahasiswa dapat diberikan predikat sesuai dengan IPS atau IPK yang diperolehnya. Predikat IPK atau IPS berbeda dengan predikat nilai matakuliah. Predikat untuk IPS atau IPK adalah sebagaimana tabel berikut ini:

IPS/IPK

Predikat

3,50 – 4,00

Cumlaude

3,00 – 3,49

Amat Baik

2,50 – 2,99

Baik

2,00 – 2,49

Cukup

0,00 – 1,99

Tidak Lulus

 

EVALUASI PRESTASI MAHASISWA
Sistem pendidikan yang mengutamakan penguasaan dan keterampilan harus dijaga mutunya sehingga mahasiswa yang tidak memenuhi syarat akademis perlu dikenakan sanksi akademis berupa peringatan, pengarahan, peringatan keras, dan pemutusan studi mahasiswa.
Tujuan diterapkannya sanksi akademis tersebut untuk menjaga mutu hasil pendidikan STAIN Purwokerto, dan memacu mahasiswa untuk mencapai prestasi yang optimal. Untuk itu, dilakukan evaluasi prestasi studi mahasiswa secara bertingkat, dengan ketentuan sebagai berikut:

  1. Penyelesaian beban studi mahasiswa program S-1 setiap semester tidak boleh kurang dari 10 SKS, kecuali pada semester akhir studi.
  2. Apabila pada akhir semester II ternyata mahasiswa program S-1 tertentu tidak berhasil menyelesaikan studi sedikitnya 20 SKS, maka yang bersangkutan diberi peringatan tentang sanksi akademis dan pengarahan peningkatan prestasi.
  3. Apabila pada akhir semester III ternyata mahasiswa program S-1 tertentu tidak berhasil menyelesaikan beban studi sedikitnya 30 SKS, maka yang bersangkutan harus diberi peringatan keras secara tertulis, yang tembusan suratnya disampaikan kepada Penasihat Akademik atau Wali Mahasiswa.
  4. Apabila pada akhir semester IV ternyata mahasiswa program S-1 tertentu tidak berhasil menyelesaikan beban studi sedikitnya 40 SKS, maka yang bersangkutan dapat diputuskan atau dikeluarkan dari kegiatan studinya, atau diturunkan jenjang program studinya.

EVALUASI PRASYARAT
Tatap muka antara dosen dan mahasiswa/tutorial bagi program S-1 merupakan kegiatan akademis yang sangat membantu mahasiswa dalam rangka menyelesaikan studi. Karenanya, kehadiran mahasiswa dalam mengikuti kuliah/tutorial merupakan prasyarat bagi mahasiswa untuk dapat mengikuti ujian semester. Mahasiswa yang tidak dapat mengikuti kuliah/tutorial sedikitnya 70% dari jumlah tatap muka yang diselenggarakan pada semester tersebut, dapat dikenakan sanksi akademik berupa tidak diperkenankan mengikuti Ujian Akhir Semester (UAS) dalam matakuliah tersebut, dan selanjutnya yang bersangkutan harus memprogram kembali matakuliah tersebut pada semester berikutnya.

SISTEM PENILAIAN
1. Nilai Matakuliah
Penilaian menggunakan dua acuan sebagai berikut.
a. Penilaian Acuan Normal (PAN) adalah penilaian dengan hasil belajar mahasiswa lain, yakni membandingkan hasil kerja seorang mahasiswa dengan kelompoknya. Sistem PAN dipakai dengan ketentuan:

  • Nilai mahasiswa diukur secara nisbi terhadap prestasi rata-rata dari nilai/prestasi yang diraih kelompoknya dengan mempertimbangkan kemampuan, kejujuran akademik, dan tertib belajarnya (simpangan baku) selama satu semester.
  • Mahasiswa yang prestasinya terlalu tinggi atau terlalu rendah tidak diikutsertakan dalam perhitungan prestasi rata-rata plus simpangan baku ini;
  • Atas dasar prestasi pukul rata plus simpangan baku, ditetapkan nilai A, A-, B+, B, B-, C+, C, C-, D+, D, dan E.

b. Penilaian Acuan Patokan (PAP), yaitu penilaian dengan cara membandingkan antara hasil riil mahasiswa dengan patokan yang telah ditetapkan. Patokan ini biasanya disebut batas lulus atau tingkat penguasaan minimum.

2. Nilai Akhir Semester
Nilai matakuliah akhir semester diberikan dengan ketentuan:
a. Nilai akhir semester dinyatakan dalam angka dan huruf yang mempunyai predikat dan status tertentu sebagai tabel berikut.

Skor

Huruf

Angka

86 – 100

A

4

81 – 85

A-

3,6

76 – 80

B+

3,3

71 – 75

B

3

66 – 70

B-

2,6

61 – 65

C+

2,3

56 – 60

C

2

51 – 55

C-

1,6

46 – 50

D+

1,3

41 – 45

D

1

0 – 40

E

0

b. Nilai matakuliah dinyatakan lulus jika minimal mendapat nilai C. Nilai mata kuliah yang kurang dari nilai C dinyatakan tidak lulus dan harus mengulang.
c. Mahasiswa yang telah memperoleh nilai cukup (C) apabila berminat dapat melakukan perbaikan nilainya pada semester berikutnya.

3. Nilai Akhir KKN
Setiap mahasiswa program S-1 yang telah memenuhi persyaratan akademik dapat mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) dengan bobot 3 sks. Pelaksanaan dan penilaian KKN dilaksanakan oleh P3M.
4. Nilai Akhir Skripsi
Nilai kredit skripsi berbobot 6 sks. Ujian skripsi diselenggarakan oleh suatu Tim Penguji Skripsi yang dibentuk oleh Ketua STAIN Purwokerto. Tim Penguji Skripsi terdiri atas lima orang, meliputi: Ketua dan Sekretaris Sidang, Penguji I dan II serta Penguji III (pembimbing). Penilaian skripsi meliputi tiga hal, yaitu: penguasaan metodologi penelitian, penguasaan isi, dan keterampilan mempertahankan isi skripsi.
Mahasiswa dinyatakan lulus skripsi apabila mereka mendapatkan nilai akhir skripsi serendah-rendahnya 2.0 (cukup). Adapun cara menghitung Nilai Akhir Skripsi (NAS) adalah sebagai berikut :

NAS = (Penguji 1 + Penguji 2 + Penguji 3)/3

5. Prosedur Perbaikan Nilai Matakuliah
Perbaikan nilai matakuliah dapat dilakukan oleh mahasiswa dengan ketentuan dan prosedur berikut.
A. Ketentuan

  1. 1. Perbaikan nilai matakuliah hanya dapat dilakukan dengan cara mengambil kredit pada semester berikutnya.
  2. 2. Perbaikan nilai matakuliah dapat dilakukan pada prodi lain dalam satu jurusan bagi matakuliah dengan kode STA dan kode jurusan masing-masing (TAR, SYA, DAK).
  3. 3. Perbaikan nilai matakuliah harus didaftarkan pada Staf Jurusan.
  4. 4. Nilai matakuliah yang wajib dilakukan perbaikan adalah nilai yang tidak lulus yaitu E dan D.
  5. 5. Matakuliah yang akan dilakukan perbaikan harus dicantumkan pada KRS (Kartu Rencana Studi).

B. Prosedur

  1. 1. Mahasiswa mengisi daftar matakuliah yang akan diambil (dikredit), kode matakuliah, nama dosen pengampu matakuliah, serta kelas yang dituju pada blangko KRS (Kartu Rencana Studi).
  2. 2. Mahasiswa melaporkan kepada Staf Jurusan tentang matakuliah yang dikredit, kode matakuliah, nama dosen pengampu dan kelas yang dipilih.
  3. 3. Mahasiswa mengikuti perkuliahan pada kelas yang dipilih sebagaimana ketentuan yang berlaku.
Share Button